• banner4
  • mustika

Mohon Maaf, Web site masih dalam Tahap Pemeliharaan

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 3 LUWUK

NPSN : 40201646

Jl.K.H. Dewantara No.10 Kab.Banggai


info@smpn3luwuk.sch.id

TLP : 0461-21276


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 9853
Pengunjung : 2645
Hari ini : 9
Hits hari ini : 14
Member Online : 0
IP : 54.163.210.170
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • Dewi Rosaria Brando (Guru)
    2017-10-04 08:16:40

    Selamat atas Launching Website SMP Negeri 3 Luwuk, semoga kita tetap Bersinar
  • Ida Ayu Komang Fatmawati, M.Pd (Guru)
    2017-10-04 08:11:53

    Tes upload status via Website Sekolah...Amazing
  • Slamet Wiyono,S.Pd (Guru)
    2017-10-03 15:52:54

    Alhamdullilah akhirnya proyek terselesaaikan juga...
  • Disca Ajeng Anggraeni (Siswa)
    2017-10-03 15:46:24

    wOWW....akhirnya sekolahku punya website...mantap mustika bersinar

Penguatan Pendidikan Karakter Tak Melulu Soal Akademis




KOMPAS.com - Usai ujian akhir semester, Martin seorang guru mata pelajaran sibuk menyiapkan nilai para siswanya. Selain nilai akademis, ia memberi penilaian terkait pencapaian non-akademis para siswa di sekolah.

Lembaga pendidikan tempat ia mengampu di Jakarta Selatan memang mengadaptasi kurikulum pelajaran internasional. Penilaian seorang siswa di sekolah itu dilakukan tak semata berdasarkan nilai akademis.

Sejalan dengan penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter, para guru di seluruh sekolah di Indonesia pun akan melakukan hal serupa.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hingga kini masih menyiapkan Peraturan Menteri (Permen) terkait program itu.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, salah satu wujud nyata pendidikan karakter di sekolah adalah dengan mengembangkan minat dan bakat siswa.

Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana mewajibkan semua sekolah menerbitkan rapor dengan nilai ganda yang bisa diterapkan mulai 2018.

Para guru nantinya akan memberi laporan nilai akademis dan pengembangan kepribadian siswa.

"Rapor ini memaksa guru untuk scouting, mencari minat dan bakat dari anak itu," kata Muhadjir dalam Forum Merdeka Barat 9 di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rabu (30/8/2017).




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas